Sejarah Nahdlatul Ulama Dan Para Tokohnya

1
lambang NU
ANSOR BANSER WEDUNG

 

Ala Ansor Wedung-Pada Zaman Dahulu sebelum abad 11 M terdapat 9 orang yang mengajarkan agama islam di indonesia.oleh masyarakat mereka disebut ” Walisongo ” yang artinya sembilan wali Allah.Karena jasa walisongo itu orang-orang di Negara Kesatuan Republik Indonesia ini lebih mengenal agama islam. Para wali Allah tersebut adalah Sunan Ampel, Sunan Giri, Sunan Gresik, Sunan Bonang, Sunan Drajat, Sunan Kalijaga, Sunan Kudus, Sunan Muria, Dan Sunan Gunung Jati.

Walisongo hadir di Indonesia dengan masukkan unsur islam kedalam budaya dan tradisi lokal yang ada. Budaya-budaya tersebut adalah yang kita kenal hingga sekarang seperti pagelaran wayang, ziarah kubur, selametan, dan lain-lain.

Setelah periode walisongo berahir, kemudian pada tahun 1900 M perjuangan walisongo dilanjutkan oleh para kyai yang berasal dari berbagai daerah di indonesia. Diantara para kyai tersebut adalah murid Syaikhona Kholil ( Bangkalan ).Syaikhona Kholil adalah seorang ulama yang juga dikenal masyarakat sebagai Waliyullah. Murid beliau diantaranya adalah KH.Ma’sum, KH.Hasyim Asyari, yang kemudian dilanjutkan oleh KH.Abdul Wahab Hasbullah, KH.Bisri Syansuri dan Kyai-kyai lainnya. Setelah cukup lama belajar di Bangkalan para kyai tersebut pun berkeliling melanjutkan perjalanan untuk mencari ilmu ke beberapa pesantren di Indonesia. Hingga Akhirnya Kyai Wahab, Kyai Bisri Syansuri dan beberapa kyai lainnya berguru pada KH.Hasyim Asy’ari di Tebuireng Jombang Jawa timur, setelah beberapa tahun  belajar di pesantren Tebuireng atas restu dari KH Hasyim Asyari mereka ( para kyai ) melanjutkan belajar agama di Mekkah. Ketika mereka sudah belajar di Mekkah tiba-tiba pada tahun 1914 M terjadi perang dunia Ke ll. Pada saat itu seluruh dunia dalam keadaan genting dan tidak aman sehingga kondisi tersebut mengharuskan mereka ( para kyai ) untuk segera kembali pulang ke tanah air. Setelah para kyai tersebut sampai tanah air kemudian berdiskusi tentang langkah apa saja yang harus dilakukan agar  tanah air Indonesia kembali aman. Hingga ahirnya pada tahun 1916 M atas ide kyai Wahab maka terbentuklah gerakan yang diberi nama Nahdlatul Wathon yang bertujuan untuk membantu kebangkitan tanah air Indonesia.

Namun disisi lain ternyata para penjajah Belanda juga merebut semua hasil bumi masyarakat, sehingga terjadilah kemiskinan yang begitu parah. Karena Kejadian itu, pada tahun 1918 M kyai Wahab dan para kyai lainnya membentuk Nahdlatul Tujjar, yaitu perkumpulan yang dibentuk untuk para pedagang agar bisa meningkatkan perekonomian tanah air pada saat itu. Dan tidak cukup sampai disitu, ternyata pendidikan di negara kita Indonesia juga terjajah. Sehingga pada tahun 1918 M kyai Wahab kembali mempunyai ide untuk mendirikan satu gerakan lagi guna mengembalikan dan meningkatkan pendidikan di negara Indonesia, dimana pergerakan itu dinamakan “Taswirul Afkar”. Setelah gerakan-gerakan itu berjalan selama 6 tahun , pada tahun 1924 M kondisi di tanah air kembali gaduh ketika raja Makkah Sayyid Syarif Husein telah digantikan oleh raja Ibnu Saud. Pergantikan itu mengejutkan seluruh ummat islam di dunia, hal itu disebabkan karena raja Ibnu Saud mempunyai pandangan berbeda dengan ummat islam yang lainnya. keresahan pun semakin memuncak ketika Raja Ibnu Saud memberlakukan satu madzhab di tanah Hijaz serta pemaksaan ajaran Wahabi terhadap umat islam di Hijaz. Mendengar Hal itu para kyai tidak tinggal diam, dikhawatirkan akan berdampak di Indonesia , akhirnya atas izin KH.Hasyim Asyari kemudian KH. Wahab Hasbullah mendirikan Komite Hijaz yaitu panitia yang bertugas menyampaikan protes terhadap Raja Ibnu Saud.Setelah melalui berbagai perjuangan yang berat tersebut, ahirnya pada tanggal 31 Januari 1926 M para kyai sepakat untuk membentuk suatu organisasi resmi. Organisasi itu dinamakan Nahdlatul Ulama yang berarti kebangkitan ulama. Yang dipelopori oleh kyai Wahab dan kyai-kyai lain serta dipimpin oleh KH.HASYIM ASY’ARI.

Namun setelah 1 tahun terbentuk, Nahdlatul Ulama belum mempunyai lambang organisasi. Hingga ahirnya menjelang muktamar ke-2 pada tahun 1927 kyai Hasyim menugaskan kyai Ridwan Abdullah untuk membuat lambang Nahdlatul Ulama. Dan ahirnya terciptalah lambang Nahdlatul Ulama berupa bola dunia dikelilingi 9 bintang dan tali penyambung serta tulisan Nahdlatul Ulama dalam bentuk tulisan Arab.

Dari sini dapat kita simpulkan bahwa tujuan didirikannya Nahdlatul Ulama selain untuk mempertahankan ajaran ahlussunah waljamaah juga untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dari kekuasaan penjajah, sebagaimana yang pernah diungkapkan kyai Wahab Hasbullah sang motor utama Nahdlatul Ulama ” Kemerdekaan itu syarat utama, umat islam tidak akan leluasa sebelum negara kita merdeka !”. ( AW-11-8).

1 KOMENTAR

  1. Ternyata kemerdekaan ini tak didapat dengan mudah.terimakasih para pahlawan dan para kyai.krn jasa perjuanganmu kini kami anak cucumu dapat menikmati alam Indonesia ini dg penuh kenikmatan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here