Refleksi tongkat estafet kepemimpinan GP Ansor PAC wedung dari massa ke massa

8
Ansor
ANSOR BANSER WEDUNG

ALA ANSOR WEDUNG – Ansor didirikan oleh para tokoh NU pada tanggal 10 Muharram 1353 H atau 24 April 1934 pada Muktamar NU ke-9 di Banyuwangi yang asal mulanya bernama Persatuan Pemuda NU ( PPNU ), Pemuda NU ( PNU ), dan Anshoru Nahdlatul Oelama (ANO) dan mengerucut menjadi nama Gerakan Pemuda Ansor ( GP ANSOR ) atas saran K.H.Wahab Hasbullah yang pengurus pertamanya H.M.Thohir Bakri, Wakil Ketua Abdullah Oebayd, Sekretaris H.Achmad Barawi dan Abdus Salam sebagai pengurus pusat.

K.Maksum

K.MAKSUM adalah orang pertama yang memimpin GP Ansor di PAC Wedung pada sekitar tahun 50–an.Beliau beralamatkan di Buko Wedung seorang kyai yang mengajar di madrasah Diniyyah Matholiul Falah Angin-angin Buko, terkenal disiplin, keras pada murid-muridnya demi keberhasilan dan kesuksesan anak didik beliau,abah dari Bapak Ubaidillah,S.Ag adalah seorang pengajar qiro’ah pada waktu itu.

Sahabat K.Nasuha

K.NASUKHA QOSIM – Periode kedua Pimpinan Anak Cabang GP.ANSOR Kecamatan Wedung,tidak banyak cerita yang kami dapatkan hanya beliau adalah seorang yang alim dan terkenal dengan kesaktiannya.Beliau wafat di bus DAMRI pada waktu perjalanan pulang dari Semarang.Beliau berdomisili di Kauman tepatnya sebelah Masjid Besar AlFalah Wedung karena getol berorganisasi maka beliau juga mempunyai putri yang bernama Khumayyah,S.Pd.I yang juga mantan Ketua Anak Cabang FATAYAT NU Kecamatan Wedung.

K. ALI AHMADI SAHLAN
Sahabat K.Ali Ahmadi Sahlan

K. ALI AHMADI SAHLAN – adalah anggota DPRD Demak Dari Fraksi PPP waktu itu merupakan Bapak dari sahabat Hudallah Kasatkoryon Barisan Ansor Serba Guna ( BANSER ) Wedung ini adalah generasi ketiga dalam memimpin PAC ANSOR Kecamatan Wedung.K. ALI AHMADI SAHLAN merupakan Santri tebu ireng jombang jawa timur di pon-pes hadrotussyeh KH.hasyim Asy’ari beralamat di Desa Angin-angin Buko pada tahun sekitar 1965.Tahun ini adalah tahun dimana gerakan G.30 S/ PKI mengadakan pemberontakan di Indonesia sampai juga di Kecamatan Wedung dan Ansor pada waktu itu ikut serta memberantas tokoh–tokoh dan anggota PKI yang ada di kecamatan Wedung. Banyak cerita tentang bagaimana GP.Ansor membela dan mempertahankan ideologi Pancasila dan NU pada waktu itu dengan darah dan juga nyawa,GP.ANSOR memberantas antek- antek PKI yang ada di Wedung sampai pada akar akarnya.Inilah bukti bahwa Bahwa GP.ANSOR betul–betul mempunyai andil besar dalam mempertahankan NKRI.

KH Abdul Halim – Pimpinan GP.ANSOR PAC Wedung yang keempat ini adalah santri dari Lasem seorang yang alim dan juga terkenal dengan Kejadugannya sebagai seorang santri yang alim dan cerdas pada waktu itu beliau dijadikan menantu oleh simbah K.H. Ali Mukarrom Selamet bin syahid bin Muhammad Ali Buko dan dari hasil pernikahannya membuahkan beberapa putra putri dan diantara salah satu putrinya kini di persunting oleh KASATKORYON Wedung Saudara Hudallah.KH Abdul Halim Suharto juga diangkat menjadi kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Wedung. Beliau berdomisili di desa Angin-angin Buko. K. Abdul Halim memimpin Ansor pada waktu itu sekitar tahun 1971 seiring berkembang Orde Baru yang kurang suka dengan kegiatan yang dibuat oleh NU,untuk mengadakan pengajian jamiyyah yang bersifat keislaman maupun nasional sangat sulit sekali harus izin kesana kesini dan selalu diawasi oleh aparat pemerintah. Maka GP.ANSOR pada waktu itu adalah seakan-akan musuh dari pemerintah.

K.H.ROCHYADI ROHMAT –Ketua Umum yang kelima ini memimpin sekitar tahun 1971–1978
tapi nyaris tanpa kegiatan dikarenakan zaman Orde Baru yang dipimpin oleh Bapak Soeharto sangat ketat dengan kegiatan-kegiatan yang diadakan oleh organisasi-organisasi diluar pemerintah,perkumpulan-perkumpulan ketika mengadakan kegiatan dianggap makar dan dianggap melawan pemerintah maka pada waktu itu GP Ansor seakan mati suri.

K.Nur Khadziq

K.NUR KHADZIQ – adalah anggota DPRD Demak Dari Fraksi PPP meneruskan Pendahulunnya yaitu K. ALI AHMADI SAHLAN pada massa itu.K Nur Khadziq memimpin GP ANSOR PAC WEDUNG dua periode dari tahun 1978 sampai dengan 1986 dan ketua umum yang keenam,dari kepiwaian beliau ini GP ANSOR kecamatan Wedung tumbuh kembali,beliau sangat giat mencurahkan segala tenaga,harta dan bendanya untuk membangkitkan kembali Ansor di Kecamatan Wedung sampai ke tingkat ranting ranting.Dalam era ini ranting yang asalnya 20 ranting menjadi 22 rating ada 2 ranting tambahan dalam periode ini yaitu Ranting menco dan ranting tambak gojoyo sejak zaman mbah Khadziq pangilan akrabnya-jumlah ranting wedung menjadi dua puluh dua ini karena beliau all out dalam mengurusi organisasi.
Desa Kauman Wedung adalah Alamat Mbah Nur Khadziq–dalam periode Beliau ini awal tumbuhnya Jamiyyah Nariyah Ansor yang digilir sampai keranting diKecamatan Wedung,ini menjadi cikal bakal berdirinya Rijalul Ansor diKecamatan Wedung,sungguh kemajuan yang sangat pesat bagaimana pendekar satu ini mengurus Organisasi.

K.Khudhori

K.KHUDHORI–pimpinan GP ANSOR yang ketujuh sekitar tahun 1986 sampai dengan beliau wafat,beliau adalah guru yang sangat arif dan bijaksana hampir tidak pernah marah,sabar dan selalu tersenyum selalu wellcome dengan siapapun. Hanya sedikit data yang kami dapatkan tentang aktifitas kegiatan Ansor pada masa beliau.Pada zaman pak Dhori atau sahabat khudhori GP Ansor pernah mengadakan pengajian besar yang mendatangkan K.H.Zainuddin,MZ ( yang terkenal dengan sebutan Kyai Sejuta Ummat ) dari Jakarta kyai kelas Nasional yang diakan diselep Angin-angin Buko.Beliau asli orang Wedung bertempat tinggal di Mandung.

masa kepemimpinan periode berikutnya

H.NASIRIN,SE
EFFENDI NASICH,S.Ag.
K.H.SALMAN DAHLAWI ,M.Pd.I
ARIS SYAMSUL RAHMAN ,SE.
MISBAHUL MUNIR ,M.Pd.I
SULAIMAN ,S.Pd.

insya Allah akan kita sambung setelah Acara KONFERANCAB ANSOR PAC WEDUNG yang Akan Dilangsungkan pada hari sabtu Tanggal 21 April 2018 M atau 5 sya’ban 1439 H.

To Be Continue…

( Misbal El Munier ).

8 KOMENTAR

  1. Memori sejarah yang perlu diabadikan untuk motivasi dan inspirasi generasi penerus.
    Jika ada data dan fakta yang mendukung disetiap kurun/periode, termasuk saksi atau team kerja (pengurus) maka akan memperkuat nilai sejarah dan menggambarkan nuansa perjuangan GP.Ansor dari masa ke masa.
    Semoga makin menajamkan khasanah literasi.

  2. Terima kasih kang admin.. sudah menuliskan sejarah kepengurusan ini… Menambah semangat sbg generasi Ansor masa kini yg mana sebelumnya telah dipimpin oleh para kyai… Smoga semangat beliau2 bisa tertularkan kpd generasi Ansor zaman now…

  3. Kaderisasi yang di mulai dari usia belia ( lulusan SMA atau sederajat ) akan lebih ideal untuk waktu pembelajaran yang lebih lama, agar tercipta pimpinan PAC Ansor Wedung yang lebih profesional, handal, intelek, berkompeten dan tangguh.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here