Ngaji Bareng Abah Santri Sukorejo Kendal

0
ANSOR BANSER WEDUNG

Kebiasaan warga Nahdliyin dalam mendalami ilmu agama adalah dengan cara belajar (ngaji) di pondok pesantren atau juga dengan mendengarkan pengajian-pengajian secara langsung dengan para kyai atau ulama yang sanad keilmuanya sangat jelas.

Mengaji atau belajar ilmu agama sebaiknya dengan guru dan tidak hanya mendengarkan ceramah-ceramah agama melalui internet yang tidak jelas sumbernya, karena selain bisa membuat kesesatan pada diri sendiri juga bisa membuat kesesatan terhadap orang lain.

Seperti dalam rangka Walimatul khitanan putra tercinta Ananda Mad abdul chaq bin Aris asyhari desa Peturen Ngawen Wedung mengadakan Pengajian umum agar masyarakat dapat belajar ilmu agama secara langsung dengan menghadirkan Abah santri dzikrullah bersama Istrinya Ibu Hj. indah Supriyanti dari Sukorejo Kendal Jawa tengah Kamis malam, (22/8/19).

Ibu Hj. Indah supriyanti komandan Dewatser Kab. Kendal dalam mauidhoh hasanahnya dihadapan jamaah pengajian yang hadir menyampaikan diantaranya masalah dalam mendidik anak.

Dalam mendidik anak tidak dianjurkan dengan cara menakut-nakutinya terhadap sesuatu, misalkan menyuruh anak untuk mengerjakan sholat jangan sampai kita berkata kepada anak ” Nak sholat…!!! kalau tidak sholat nanti kamu akan masuk neraka, namun alangkah lebih baik jika kita berkata kepada anak ” Nak sholat, jika kamu rajin mengerjakan sholat, maka nanti akan masuk Surga.

Menakuti-nakuti anak saat mendidik akan berakibat tidak baik pada perkembangan psikologisnya, anak akan cenderung menjadi penakut dan juga gampang cemas. Saat masih anak-anak, otak belum dapat berpikir dengan logika. Otak akan menyerap apapun dari lingkungan dan akan menyimpannya dalam memori. Memori yang baik atau yang buruk akan terekam dalam otak anak dan berperan dalam pembentukan mental serta perilaku anak hingga dewasa, oleh karena itu jangan sembarangan dalam mendidik anak, pungkasnya.

Baca Juga : Peringatan Hari Santri Nasional PCNU Demak

Sementara itu Abah Santri dalam mauidhohnya menyampaikan diantaranya bahwa para Wali songo yang mengajarkan Islam Ahlus Sunnah Wal jama’ah di bumi Nusantara dan hingga akhirnya lahirlah Mbah KH. Hasyim Asy’ari dengan membentuk Organisasi Nahdlatul Ulama (NU) untuk menjaga dan melestarikan ajaran Ahlussunah Waljamaah yang diajarkan oleh para Wali songo.

Banser wedung bersama abah santri kendal
Banser Wedung bersama Abah Santri Sukorejo Kendal melantunkan yel-yel dan Mars Banser serta Syubbanul Wathon dalam rangka Walimatul khitan Ananda Mad abdul chaq bin Aris asyhari desa Peturen Ngawen Wedung, Kamis, 22/08/2019.

Sebelum memberikan mauidhoh, KH.Abah Santri melantunkan yel-yel Banser dan juga Shubbanul Wathon bersama para Banser. Acara pengajian bersama Abah Santri dalam rangka khitanan ini berahir hingga jam menunjukkan pukul 12 malam.(AW).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here