Bahtsul Masail putaran kedua PCNU Demak menghasilkan

1
ANSOR BANSER WEDUNG

Ala Ansor Wedung – Pimpinan Cabang Lembaga Bahsul Masail Nahdlatul Ulama (PC  LBMNU) Kabupaten Demak kembali mengadakan Bahtsul Masail putaran kedua tingkat pimpinan cabang NU kabupaten Demak yang bertempat di gedung MWC NU kecamatan Wedung pada Ahad,12 Agustus 2018/30 dzulqo’dah 1439 H.

Acara Bahtsul Masail ini menjadi yang kedua dimana sebelumnya sudah diadakan acara Bahtsul Masail periode pertama di bulan april yang lalu di MWC Karangawen. Kegiatan Bahtsul Masail ini merupakan agenda rutin tiga bulanan untuk membahas masalah kontekstual dan terbaru yang dibahas dengan pendekatan hukum Islam atau fiqh.

Untuk Bahtsul Masail putaran kedua ini membahas tentang fenomena qurban zaman Now. Acara sendiri dihadiri oleh 13 perwakilan MWC NU Demak, pengurus Cabang, Pengurus MWC, lembaga dan badan otonom (Banom) NU tingkat cabang dan Pengurus Ranting Se Kecamatan Wedung hanya 1 MWC yang tidak hadir yaitu dari MWC Mranggen.

Hasil Bahtsul Masail bisa dilihat disini.

Dalam acara Bahtsul Masail kali ini selain pembahasan fenomena qurban zaman now juga menghasilkan beberapa instruksi dari Ketua NU Cabang Demak KH Muhammad Aminuddin Alawi diantaranya agar warga NU Demak mulai tanggal 14-27 Agustus untuk memasang bendera NU berdampingan dengan bendera sang saka merah putih.

Untuk memperingati HUT NKRI Ke-73, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Demak menginstruksikan kepada seluruh jajaran pengurus, lembaga, badan otonom di semua tingkatan memasang Bendera NU mendampingi Bendera Merah Putih mulai tanggal 14 Agustus sampai tanggal 27 Agustus 2018.

Pemasangan bendera NU yang mendampingi Bendera merah putih dimaksudkan untuk memberikan penjelasan dan pemahaman kepada warga negara Indonesia khususnya warga NU akan kiprah tokoh-tokoh pejuang NU dalam peran ikut serta merebut kemerdekaan dari kaum penjajah, sehingga harus merasa memiliki negaranya sendiri.

“Kami instruksikan kepada seluruh pengurus di semua tingkatan untuk memasang bendera NU mendampingi bendera Merah Putih termasuk di kantor MWC, lembaga maupun sekolah Maarif NU,” kata Ketua NU Cabang Demak KH Muhammad Aminuddin Alawi.

Dalam teknis pemasangan bendera NU diharapkan mengikuti aturan yang ada, mulai dari ukuran bendera, ukuran tinggi bendera merah putih dengan bendera organisasi dimana bendera merah putih harus lebih tinggi dibandingkan dengan bendera organisasi,di samping itu khusus lembaga badan otonom dan Kantor MWC untuk memasang bendera mininal 5 buah baik Merah Putih maupun bendera NU secara berdampingan.Lanjut KH. Aminuddin.

“Kami harap tiap MWC lembaga dan sekolah untuk memasang minimal 5 buah, dalam pemasangan nanti harus pakai aturan, merah putih lebih tinggi dibandingkan dengan bendera NU,”jelas beliau.

Selain hal pemasangan bendera KH.Aminuddin juga menghimbau kepada setiap MWC untuk mempunyai klinik kesehatan untuk masyarakat sebagai misi dakwah Aswaja dalam bidang kesehatan. Untuk pembuatan Klinik kesehatan sendiri akan di bawah koordinasi LKNU cabang.

(Dok.ansor wedung)

Sementara itu Rais PCNU Demak KH Zaenal Arifin Ma’shum dalam kesempatan tersebut menekankan akan pentingnya cinta tanah air yang sudah susah payah direbut oleh para pejuang sesuai pesan Rois Akbar KH Hasyim Asy’ari. “Negara ini kita yang memiliki, kita sendiri yang memerdekakan. Maka, cintailah dan pertahankanlah,” imbuhnya.

Untuk acara Bahtsul Masail berikutnya ( periode ke-3 akan berlangsung di awal bulan Oktober nanti bertempat di MWCNU Gajah.(AW-13/8).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here