Ayo Mudik Lebaran

1
MUDIK 2018
ANSOR BANSER WEDUNG

Ala Ansor Wedung – Mudik adalah kegiatan perantau/pekerja migran untuk kembali ke kampung halamannya.Mudik di Indonesia identik dengan tradisi tahunan yang terjadi menjelang hari raya besar keagamaan misalnya menjelang Lebaran. Pada saat itulah ada kesempatan untuk berkumpul dengan sanak saudara yang tersebar di perantauan, selain tentunya juga sowan dengan orang tua. Transportasi yang digunakan antara lain : pesawat terbang, kereta api, kapal laut, bus, dan kendaraan pribadi seperti mobil dan sepeda motor, bahkan truk dapat digunakan untuk mudik. Tradisi mudik muncul pada beberapa negara berkembang dengan mayoritas penduduk Muslim, seperti Indonesia dan Bangladesh.

Kata mudik berasal dari kata “udik” yang artinya selatan/hulu. Pada saat itu di Jakarta ada wilayah yang bernama Meruya Udik, Meruya Ilir, Sukabumi Udik, Sukabumi Ilir, dan sebagainya.

Baca Juga : Apa yang mesti di lakukan setelah Ramadhan meninggalkan kita

Pada saat Jakarta masih bernama Batavia, suplai hasil bumi daerah kota Batavia di ambil dari wilayah-wilayah di luar tembok kota di selatan. Karena itu, ada nama wilayah Jakarta yang terkait dengan tumbuhan, seperti Kebon Jeruk, Kebon Kopi, Kebon Nanas, Kemanggisan, Duren Kalibata, dan sebagainya. Para petani dan pedagang hasil bumi tersebut membawa dagangannya melalui sungai. Dari situlah muncul istilah hilir-mudik, yang artinya sama dengan bolak-balik. Mudik atau menuju udik saat pulang dari kota kembali ke ladangnya, begitu terus secara berulang kali.

Beban yang paling berat yang dihadapi dalam mudik adalah penyediaan sistem transportasinya karena secara bersamaan jumlah masyarakat menggunakan angkutan umum atau kendaraan melalui jaringan jalan yang ada sehingga sering mengakibatkan penumpang/pemakai perjalanan menghadapi kemacetan, penundaan perjalanan.

Pada 1 Juli 2016, terjadi kemacetan total di pintu keluar tol Brebes Timur pada masa mudik lebaran. Dalam peristiwa tersebut, mobil dan kendaraan bermotor lainnya berhenti sampai lebih dari 20 jam di ujung jalan tol. Kemacetan tersebut juga menyebabkan dua belas pengguna kendaraan bermotor meninggal dunia. Menurut Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Sugihardjo, kemacetan di ruas tol Pejagan-Brebes Timur ‎menuju arah Tegal disebabkan tiga faktor utama, yaitu ribuan kendaraan yang melintas di jalan tol Pejagan-Brebes Timur tidak mampu ditampung jalan arteri, banyak pemudik yang menyerobot antrean lajur menuju SPBU, dan petugas di lapangan terlambat melakukan pengalihan arus sehingga lalu lintas macet total serta sulit diurai karena banyak pemudik berhenti di pinggir jalan karena kelelahan menghadapi kemacetan.

Penulis dalam hal ini mengalami sendiri saat mudik macet total ini dengan mengikuti mudik gratis yang di adakan oleh PBNU di tahun 2016.

Media massa menyingkat tol Brebes Timur Exit menjadi “Brexit”, berdasarkan keluarnya Britania Raya dari Uni Eropa.

Mudik lebaran 2018. ( Dok.Ansor Wedung )

Bagaimana dengan Mudik Lebaran Idul Fitri 2018 ? nantikan kabar berikutnya. Karena sampai tulisan ini di release penulis masih dalam perjalanan mudik dari kotak Demak menuju kota Serang Banten. Dan kondisi jalanan hingga kota kendal tgl 13 Juni 2018 pukul 21.13 jalanan lancar jaya tanpa ada kesendatan sedikitpun pada H-2. ( AW/13-6 ).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here