Apa yang mesti di lakukan setelah Ramadhan meninggalkan kita

1
ANSOR BANSER WEDUNG

Ala Ansor Wedung-Hari raya idul fitri sebentar lagi akan tiba, itu berarti ramadhan yang suci akan meninggalkan kita semua, sholat tarawih yang biasa di lakukan di bulan suci ramadhan usai sudah.
Fenomena seperti ini terjadi setiap tahun, bahagia dan juga sedih dirasakan oleh setiap muslim yang bertaqwa. Rasa syukur dan  Bahagia karena ujian selama satu bulan penuh telah di lalui dengan sebaik mungkin dengan iman wahtisaban dan sudah saatnya untuk bersuka cita merayakan hari kemenangan.

Seperti Firman Allah dalam Al-Qur’an

…مَن صام رمضان إيمانًا واحتسابًا

barangsiapa yang berpuasa Ramadhan dengan iimaanan wahtisaaban

Imanan wahtisaban yang maksudnya mengimani bahwa Allah telah mensyariatkan puasa dan mengharapkan pahala puasa dari sisi Allah. Dan sebaliknya rasa sedih dalam hati setiap muslim yang bertaqwa karena ramadhan bulan yang sangat istimewa, penuh berkah, penuh pahala dan terdapat Lailatul qodr didalamnya akan pergi meninggalkan di mana belum tentu kita dapat bertemu kembali dengan bulan ramadhan di tahun-tahun berikutnya.

Baca Juga : Lailatul qodr

Baca juga : Apa saja hal-hal yang membatalkan puasa

Makna dari idul fitri

Hari raya Idul Fitri ( lebaran ) merupakan puncak dari pelaksanaan ibadah puasa. Makna Idul Fitri berkaitan erat dengan tujuan yang akan di capai dari kewajiban berpuasa yaitu manusia yang bertaqwa.

 Id berasal dari kata dasar aada – yauudu yang artinya kembali sedangkan fitri bisa berarti buka puasa untuk makan dan bisa berarti suci. Adapun fitri yang berarti buka puasa berdasarkan akar kata ifthar ( sighat mashdar dari aftharo – yufthiru ) dan berdasar hadist Nabi SAW yang artinya : ”Dari Anas bin Malik : Tak sekali pun Nabi Muhammad SAW. Pergi ( untuk shalat ) pada hari raya Idul Fitri tanpa makan beberapa kurma sebelumnya.” Dalam Riwayat lain: “Nabi SAW. Makan kurma dalam jumlah ganjil.” ( HR Bukhari ).

Dengan demikian, makna Idul Fitri berdasarkan uraian di atas adalah hari raya di mana umat Islam untuk kembali berbuka atau makan. Oleh karena itulah salah satu sunah sebelum melaksanakan shalat Idul Fitri adalah makan atau minum meskipun hanya sedikit. Hal ini untuk menunjukkan bahwa hari raya Idul Fitri 1 syawal itu waktunya berbuka dan haram untuk berpuasa.

Sedangkan kata Fitri yang berarti suci, bersih dari segala dosa, kesalahan, kejelekan, keburukan berdasarkan dari akar kata fathoro-yafthiru dan hadist Nabi SAW yang artinya “Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan dengan di dasari iman dan semata-mata karena mengharap ridho Allah, maka di ampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (Muttafaqun ‘alaih). Barangsiapa yang shalat malam di bulan Ramadhan dengan di dasari iman dan semata-mata karena mengharap ridho Allah, maka di ampuni dosa-dosanya yang telah lalu. ( Muttafaqun ‘alaih ) . Dari penjelasan ini dapat di simpulkan pula bahwa Idul Fitri bisa berarti kembalinya kita kepada keadaan suci, atau keterbebasan dari segala dosa dan noda sehingga berada dalam kesucian ( fitrah ).
Jadi yang dimaksud dengan Idul Fitri dalam konteks ini berarti kembali kepada asal kejadiannya yang suci dan mengikuti petunjuk Islam yang haq. Bagi ummat Islam yang telah lulus melaksanakan Ibadah puasa di Bulan Ramadhan akan di ampuni dosanya sehingga menjadi suci kembali seperti bayi yang baru dilahirkan dari kandungan Ibunya. Sebagaimana Sabda Nabi SAW yang Artinya “ Setiap bayi dilahirkan dalam keadaan suci ( fitrah ) ”.
Seorang muslim yang kembali pada fitrah maka mereka akan selalu tetap istiqomah memegang agama Allah, selalu berbuat dan berkata yang benar meskipun pahit,dan  akan tetap selalu berlaku sebagai abid ( hamba Allah ) yang bertaqwa. Jika seorang muslim setelah Ramadhan berlalu tidak menampakkan sikap perilaku tersebut di atas bisa di simpulkan dalam menjalani ujian selama bulan puasa tidak berhasil.

Semoga berkat puasa dan tarawih sebulan penuh dengan iman wahtisaban sebagai tazkiyatun nafsi ( mensucikan jiwa ) dan di akhiri dengan zakat fitrah  sebagai tazkiyatun badan ( mensucikan badan ) kita termasuk orang-orang yang kembali suci ( fitrah ) lahir dan batin.

Baca juga : Bolehkah bayar zakat fitrah berupa uang

Baca Juga : Tata cara, waktu dan niat zakat fitrah

Mari kita satukan niat tulus ikhlas dalam hati, hilangkan rasa benci, hilangkan rasa dengki, hilangkan rasa iri hati, hilangkan rasa dendam, hilangkan rasa sombong dan juga hilangkan rasa bangga dengan apa yang kita miliki hari ini dan kita ganti dengan rasa kasih sayang penuh persaudaraan. Dengan ihlas tersenyum manis kita ulurkan tangan untuk saling bermaafan. Kita tuliskan pada lembaran baru yang masih putih dengan kebaikan untuk menebus lembaran lama yang terdapat banyak salah dan dosa seraya mengucapkan Minal Aidin Walfaizin Mohon Ma’af Lahir dan Batin. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan pertolongannya kepada kita semua. Amiin…

sebagaimana Sabda Rasulullah SAW yang artinya “Tidaklah dua orang muslim bertemu lalu berjabat tangan melainkan keduanya akan diampuni (dosanya) sebelum mereka berpisah. (HR.Daud,Tirmidzi&Ibnu Majah) . “

Mari kita kumandangkan kalimat takbir untuk mengagungkan Allah, kalimat  tahlil untuk meng-Esa-kan Allah dan tahmid sebagai rasa syukur  kita Pada Allah pada malam hari kemenangan dengan penuh kerendahan hati di manapun kita berada di seluruh penjuru dunia termasuk dalam kegiatan takbir Mursal yang telah menjadi budaya kita dalam memeriahkan malam hari kemenangan. Seperti sabda Nabi SAW yang artinya “ Hiasilah hari rayamu dengan takbir ”.

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1439 H.
Segenap PAC Ansor Kecamatan Wedung Mengucapkan Minal ‘Aidi Wal Faizin. mohon Maaf Lahir Dan Batin. ( AW/12-6 ).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here