Apa saja hal-hal yang membatalkan puasa

0
Dalilwajibpuasa
ANSOR BANSER WEDUNG

Ala Ansor Wedung – Bulan Suci Ramadhan adalah bulan yang sangat ditunggu-tunggu kedatangannya oleh seluruh ummat Islam di seluruh dunia, karena di dalam bulan Ramadhan ada banyak keberkahan, pahala beribadah menjadi berlipat-lipat dibandingkan bulan-bulan selain bulan suci ramadhan.

Dalam bulan Ramadhan juga terdapat satu malam yang lebih baik dibandingkan dengan seribu bulan yaitu di bulan selain bulan ramadhan.

Sesuai sabda Baginda Nabi Muhammad SAW, bulan Ramdhan dibagi menjadi tiga yaitu :

1.sepuluh hari pertama adalah Rahmat, dalam 10 hari pertama banyak sekali Rahmat yang Allah SWT turunkan untuk Hamba-Nya. Oleh karena itu kita dianjurkan untuk rajin beribadah mendekatkan diri pada-Nya agar kita senantiasa mendapatkan rahmat-Nya.

2.sepuluh hari kedua, merupakan Maghfiroh. Dalam 10 hari yang kedua ini dianjurkan buat kita untuk banyak beristighfar dan qiyamullail agar kita termasuk golongan yang mendapatkan ampunan-Nya fiddunya hattal akhirat.

3.Sepuluh hari yang ketiga atau sepuluh malam terakhir adalah penghindaran diri dari siksa api neraka ( itqun Mina annari ). Dalam sepuluh hari yang terakhir ini dianjurkan untuk kita melakukan banyak i’tikaf dan melakukan hal-hal hal yang baik dan menjauhi segala larangannya agar kita termasuk golongan yang mendapatkan malam Lailatul qodar.

Selama bulan suci ramadhan di anjurkan buat kita untuk slalu berdo’a seperti yang telah di ajarkan oleh Baginda Nabi Muhammad SAW :

قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَىُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ الْقَدْرِ مَا أَقُولُ فِيهَا قَالَ « قُولِى اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى

Katakan padaku wahai Rasulullah, apa pendapatmu, jika aku mengetahui suatu malam adalah lailatul qadar. Apa yang aku katakan di dalamnya?” Beliau menjawab,” Katakanlah : Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu anni ( Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf yang menyukai permintaan maaf, maafkanlah aku ).

Di dalam bulan suci Ramadhan ada kewajiban yang mesti di jalankan oleh orang-orang yang beriman, seperti firman Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 183 :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

” Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”.

Sebelum kita menjalankan ibadah puasa alangkah baiknya kita mengetahui apa itu puasa, hukum, syarat sah dan juga hal-hal yang dapat membatalkan puasa.

Pengertian Puasa

Puasa adalah menahan diri dari makan dan minum serta segala hal perbuatan yang membatalkan puasa, mulai dari terbitnya fajar shodiq hingga matahari terbenam ( Maghrib ).Dan peelu di ketahui Berpuasa merupakan salah satu dari lima rukun islam.

Hukum berpuasa di bulan ramadhan :

Hukum puasa terbagi atas tiga bagian :

Wajib : puasa wajib jika di kerjakan akan mendapat pahala dan apabila di tinggalkan akan mendapat dosa.Puasa Wajib seperti puasa bulan Ramdhan 1 bulan penuh, puasa karena nadzar, dan puasa karena denda.

Sunnah : puasa sunnah jika dikerjakan akan mendapatkan pahala dan jika di tinggalkan tidak mendapatkan dosa.puaaa Sunnah diantaranya seperti puasa Senin Kamis, puasa Nabi Daud Dll.
Contoh puasa sunnah :

Haram : puasa haram jika dikerjakan akan mendapatkan dosa dan jika tidak di kerjakan akan mendapatkan pahala.puasa yang haram di kerjakan seperti pusa pas hari raya idul adha tanggal 10 dzulhijjah, puasa hari tasyrik yaitu puasa pada tanggal 11,12,13 Dzulhijjah ( bulan haji ) dan puasa tanggal 1 Syawal atau pas hari raya idul Fitri.

Apa saja Syarat Wajib Puasa ?

Syarat wajib puasa adalah :

Beragama islam, Berakal sehat, Baligh ( cukup umur ), Suci dari nifas bagi perempuan dan Mampu.

Syarat Sah Puasa

Beragama islam, Berniat, Mumayyiz ( dapat membedakan hal yang baik dan hal yang buruk ), Suci dari haid ( menstruasi ) dan nifas ( setelah melahirkan ), pada waktu yang di perbolehkan.

Rukun Puasa

Berniat puasa, menahan diri dari segala hal yang dapat membatalkan puasa dari terbit fajar sampai matahari terbenam.

Adapun niat puasa sebagai berikut :

نـَوَيْتُ صَوْمَ غـَدٍ عَـنْ ا َدَاءِ فـَرْضِ شـَهْرِ رَمـَضَانَ هـَذِهِ السَّـنـَةِ لِلـّهِ تـَعَالىَ

Artinya : Saya niat puasa besok hari untuk menunaikan kewajiban bulan ramadhan tahun ini karena ALLAH ta’ala.

Sunnah Puasa 

Mengawalkan berbuka puasa dan mengahirkan saat makan sahur, memperbanyak tadarus Alquran, memperbanyak infak dan sedekah, memberikan takjil buat orang lain, berbicara yang seperlunya saja ( yang baik-baik saja ), memperbanyak i’tikaf di dalam masjid.

Hal-hal yang dapat membatalkan puasa :

Mengutip dari kitab Fathul Qorib bab shoum ada 10 hal yang membatalkan puasa yaitu :

أحدها وثانيها (ما وصل عمداً إلى الجوف) المنفتح (أو) غير المنفتح كالوصول من مأمومة إلى (الرأس) والمراد إمساك الصائم عن وصول عين إلى ما يسمى جوفاً (و) الثالث (الحقنة في أحد السبيلين) وهو دواء يحقن به المريض في قبل أو دبر المعبر عنهما في المتن بالسبيلين (و) الرابع (القيء عمداً) فإن لم يتعمد لم يبطل صومه كما سبق. (و) الخامس (الوطء عامداً) في الفرج فلا يفطر الصائم بالجماع ناسياً كما سبق (و) السادس (الإنزال) وهو خروج المني (عن مباشرة) بلا جماع محرماً كان كإخراجه بيده أو غير محرم كإخراجه بيد زوجته أو جاريته واحترز بمباشرة عن خروج المني بالاحتلام فلا إفطار به جزماً (و) السابع إلى آخر العشرة (الحيض والنفاس والجنون والردة) فمتى طرأ شيء منها في أثناء الصوم أبطله

1.Masuknya benda kedalam tubuh dengan sengaja melalui lubang yang terbuka (mulut, hidung, dan lain-lain), atau
2.Melalui jalan yang tertutup, seperti benda yang masuk ke otak melalui kepala. Yang dikehendaki dalam hal ini adalah bahwa orang yang berpuasa mencegah sesuatu yang bisa masuk kedalam anggota tubuh.
3.Mengobati orang yang sakit melalui dua jalan (qubul dan dzubur).
4.Muntah dengan sengaja, namun apabila tidak disengaja maka puasanya tidak batal.
5.Bersetubuh dengan sengaja. Namun tidak batal apabila lupa (kalau sedang puasa).
6.Keluar mani karena bertemunya dua kulit (antara laki-laki dan perempuan) walaupun tanpa berjima’. Diharamkan apabila mengeluarkannya dengan tangan, namun tidak diharamkan seumpama dikeluarkan dengan tangan istrinya atau budaknya ( tapi tetap batal ). Pengarang kitab ( mushannif ) telah memisahkan apabila keluar mani disebabkan karena mimpi maka itu tidaklah batal.
7.Haid,
8.Nifas,
9.Majnun ( gila ),
10Murtad.

Maka, apabila salah satu dari yang  tersebut diatas itu terjadi, maka batallah puasa seseorang.

Semoga bermanfaat.(AW/23-5).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here